Media massa (pers) sering dinyatakan sebagai pilar keempat dari penyangga sistem demokrasi. Hal ini akan menjadi kentara ketika ketiga pilar penyangga demokrasi yang lain adalah lembaga legislatif, eksekutif dan yudikatif atau dengan kata lain institusi negara bentuk kontrak sosial ini tidak dapat menjalankan fungsinya atau berjalan secara timpang. Perslah - sebagai lembaga ekstra pemerintah - yang akhirnya harus mampu mengambilalih demi kelangsungan demokrasi.
Bagaimana dengan peran peran media pers swadiri seperti blogger?
Secara kelembagaan blogger bukan institusi pers. Meskipun dalam UU Pers ini kategori pers bukan merupakan bagian dari pers itu sendiri. Menurut M. Nuh blogger tidak termasuk dalam kategori pers. "Blogger kan bukan jurnalis, hanya interaksi pribadi melalui internet," tukasnya.
Wimar menyatakan bahwa : Blog Itu sebagai medium pelengkap dan meramaikan dunia demokrasi. Di blog semua orang bebas berbicara dan menyampaikan pendapat. Masyarakat yang nanti akan menilai baik-tidaknya blogger tersebut.
Peluang untuk menjadi kekuatan opini dan penekan kebijakan pemerintah sangatlah mungkin mengingat, menurut Enda Nasution, tahun 2009 diperkirakan jumlah blogger tembus 1 juta. Hal ini berarti pembaca blog tentu akan jauh melebihi jumlah tersebut. Belum termasuk jejaring sosial seperti facebook, twiter dll, sungguh bukan kekuatan yang dapat dipandang remeh.
Sebagai contoh kasus, dalam kasus Prita, media massa dan didukung dibelakangnya para netter, komunitas jejaring sosial dan blogger telah mendorong dan mengoreksi peran penegak hukum dan institusi penyedia jasa - oknum jaksa, Omni - yang telah menciderai asas demokrasi dan keadilan sebagai pihak yang terkalahkan. Sementara pihak yang dicederai, Prita, sebagai pihak yang dimenangkan. Sebuah model pertarungan masa depan demokrasi dan keadilan.
Meskipun bukan sebagai lembaga dan memang blogger adalah warga negara itu sendiri dalam bentuknya yang lain dan tentunya sulit diakui negara sebagai institusi sebagaimana layaknya media pers, namun model 'demo' ala dunia 'maya' ini, justru menjadi begitu 'nyata' hasilnya. Bukankah ini menunjukkan bahwa gerakan ini telah menjadi pilar ke-5 penyangga sistem demokrasi?
Simple Path Following AI Script in Unity 3D
11 tahun yang lalu
0 komentar:
Posting Komentar